Ingin Jadi Malaikat? Jangan Lupa, Kau Manusia..

08:32
Majlis Ta'lim, Majlis Dzikir, Majlis Shalawat, Majlis Mujahadah, Majlis Istighotsah, makin menjamur di tengah masyarakat, terutama di kalangan warga Nahdliyyin. Selain berdasar pada pernyataan Rasulullah saw. tentang keutamaan perkumpulan dzikir, tetapi juga sisi psikologis manusia yang cenderung memburu ketenangan jiwa. Tak disangkal, majlis-majlis seperti inilah yang bisa menjadi sebab hadirnya ketenangan itu.


Peringatan Maulid Nabi di Monas, bersama Jama'ah Majelis Rasulullah dan Presiden RI
Apalagi majlis-majlis semacam ini semakin ramai dihadiri oleh para remaja, generasi muda. Betapa membahagiakan. Semakin banyak anak muda yang ingin menjadi orang sholeh. Padahal, di dalam suatu keterangan, pemuda yang sholeh derajatnya menyamai sebagian malaikat-malaikat Allah swt. Luar biasa!


Sayangnya, majlis-majlis ta'lim dan dzikir belum bisa berbuat banyak untuk mengatasi masalah-masalah sosial riil di masyarakat itu sendiri. Apakah itu kelaparan, kemiskinan, kebodohan, keanarkisan, kesempitan lapangan kerja, dan masalah-masalah 'duniawi' lain.

Sehabis majlis ya bubar..

Majlis selama ini hanya berfungsi untuk perbaikan kesalehan individual atau masyarakat kepada Dia.. belum menjadi motor kemaslahatan masyarakat. Baik itu tentang apa yang disampaikan, atau manajemen potensi jama'ah, kebanyakan majlis semacam ini sampai saat ini 'sekedar' jadi 'hiburan-rohani'.

Ya memang hiburan rohani bisa menyuburkan potensi mental, istilahnya Gus Miek Ketahanan Batiniyyah, tapi memanfaatkan potensi mental itulah yang kurang diperhatikan..

 Sebagai warga Tradisionalis, saya merasa iri, justru pihak yang bisa memanfaatkan potensi itu dan menjadi "ANFA'UHUM LINNAAS" sudah bisa dilakukan temen-temen kita di PKS dengan PKPU-nya.. atau Dompet Dhuafa, atau malah GKI dengan Foster-nya... Kita hanya bisa mengumpati saja.. perang dalil di sana-sini... tentang tawassul-lah, maulid-lah, apalah, inilah, itulah.. lah lah lah..

Hebat betul mereka, tapi saya menyimpulkan ternyata (sebenarnya) pesantren tak kalah hebat.. baik itu sisi ilmiahnya, riyadhohnya, diskusinya, pengabdian masyarakatnya... Aaah... Kehebatan mereka hanya sepersejuta dari tradisi pesantren.. sayangnya, jaman sekarang orang yang 'sudi' nyantri salaf hanya orang-orang ndeso, calon petani calon pedagang.. orang-orang yang bercita-cita 'sederhana'.

Andai majlis-majlis besar yang rutin diadakan itu juga ditindaklanjuti dengan diskusi-diskusi kecil, ringan, tentang permasalahan masyarakat di daerah asal jamaahnya masing-masing.. apalagi dipadu dengan organisasi, otoritas dan entitas lain.. aaaah.. betapa hopeful-nya, betapa manusiawinya..

Tapi itu hanya khayalan saya saja..

Semua ingin jadi malaikat, tapi lupa kemanusiaannya..

(semoga ini hanya halusinasi saya yang ngawur dan bathil.. amin!)


:: Krapyak, 1 Muharram 1433 ::

No comments:

Powered by Blogger.