Kebahagiaan di Palestina dan Tragedi di Indonesia

07:33
Jujur, kita semua SEDIH, teramat pilu melihat kenyataan pembantaian saudara-saudara kita di Filistin, bukan hanya kita, saya yakin, setiap manusia yang berhati nurani, walaupun non-muslim, pastilah mengutuk kekejian Zionis Israel ini... :(

Setiap hari ada saja korban yang gugur di padang Jalur Gaza (dalam bahasa Arab, Ghoza berarti Perang), ya kita sedih, walaupun pada Hakikatnya, tak sedikit saudara-saudara kita yang berjuang di sana yang berbahagia dengan SYAHIDnya, itulah anugerah dan tujuan mulia setiap muslim di seluruh penjuru bumi...

Namun ada satu hal yang HARUS LEBIH DITANGISI, bencana yang LEBIH BESAR MENIMPA KAUM MUSLIMIN di SELURUH PENJURU BUMI, keterpurukan yang TAK PERNAH DIDEMO ORMAS ISLAM MANAPUN, apa itu??? yakni KETIDAKTAHUAN (baca:KEBODOHAN) UMAT ISLAM terhadap SYARIATNYA,

coba terka,

SETIAP PAGI, DALAM SATU HARI SAJA, BERAPA MUSLIM YANG MENINGGALKAN SHOLAT SHUBUH DI KAMPUS STAN???

DI KOTA JAKARTA???

DI INDONESIA???

BERAPA BANYAK SAUDARA-SAUDARA KITA YANG SELALU DATANG SHOLAT JUM'AT KETIKA KHATIB BERKHUTBAH??? PADAHAL DALAM FIQH, BILA KEHADIRAN KITA DALAM RANGKAIAN SHALAT JUMAT SETELAH KHATIB BERDIRI UNTUK BERKHUTBAH, MAKA SHOLAT JUM'AT KITA TIDAK DIANGGAP,

APAKAH KITA TIDAK MERASA RUGI???
MASUK KULIAH TAPI TIDAK DIABSEN, DO RESIKONYA...

BERAPA BANYAK??? PULUHAN KAH??? RATUSAN KAH??? TIDAK! TAPI RIBUAN!!! SEMOGA TAK SAMPAI JUTAAN... :cry:

Berapa JUTA PEMUDA PEMUDI MUSLIM YANG LEBIH SUKA MELIHAT WAJAH-WAJAH YANG TAK PERNAH BERSUJUD KEPADA ALLAH DIBANDINGKAN DENGAN WAJAH PARA WALIYULLAH???

BERAPA JUTA PEMUDA-PEMUDI INDONESIA YANG LEBIH SUKA MENGHILANGKAN PENAT DENGAN HINGAR-BINGAR DISKOTIK DIBANDING DENGAN MEREKA YANG HADIR DI MAJELISNYA PARA ULAMA??? DI MAJELISNYA PENERUS RASULULLAH???

BERAPA JUTA PEMUDA-PEMUDI MUSLIM INDONESIA YANG LEBIH MENGENAL DAN MENGIDOLAKAN BINTANG ROCK INTERNASIONAL DIBANDING MENGIDOLAKAN RASULULLAH SAW. PENGHULU SEMESTA ALAM???

Inilah, keTIDAKTAHUan terhadap syariat yang menjadikan Umat Islam Indonesia LEMAH, TIDAK BERSATU, HANYA KARENA KHILAFIYAH KECIL BISA SALING HUJAT, karena tidak tahu, ringan lidah mereka menghina Ulama, BAHKAN MENGUTUK SYARIAT ISLAM YANG DIKATAKAN DISKRIMINATIF DAN KEJAM, sungguh itu karena ketidaktahuan mereka, dan sungguh inilah yang lebih menyayat hati kita...

Hemat saya, memang bantuan ke Filishtin tetap kita upayakan, namun yang lebih penting, hidupkan kembali budaya Thalabul 'Ilmi (menuntut ilmu agama) di lingkungan kita, terutama kepada Ulama yang ilmunya bersambung kepada para Tabi'in yang bersambung kepada Shahabat yang bersambung kepada Baginda Rasulullah saw., inilah yang disebut Rantaian Sanad Ilmu.

Sebenarnya dari dulu yang berupaya keras menegakkan Syariat Islam adalah para Kyai dan Ulama kampung, di pesantren-pesantren tradisional, hanya saja mereka tidak pernah teriak-teriak di jalanan mendemo pemerintah untuk penegakan syariat (bukan karena kepemimpinan Soeharto), hanya karena mereka Tawadhu. Tapi lihatlah, pada saat itu, Majelis ta'lim subur, majelis Dzikir pun menjamur, di musholla-musholla, di masjid-masjid.

Saudaraku yang kumuliakan,

Ilmu Agama (Syariat, Thariqat, Haqiqat) bukan hanya milik kaum santri, bukan hanya milik para Kyai, WALLAHI (demi ALLAH), setiap muslim WAJIB MUTHLAQ (Fardhu 'Ain; kalau ditinggalkan maka ia berdosa) untuk menuntut Ilmu Agama Islam, walaupun tidak keseluruhan Ilmu Agama Islam.

Setiap muslim di segenap profesinya masing-masing wajib tahu akan Hukum Syariat Islam, terutama yang berhubungan dengan Ibadahnya kepada Allah dan yang berhubungan dengan bidang pekerjaannya...

Kemudian setelah tahu, maka tentunya kita dituntut untuk mengamalkannya, kemudian melatih hati menggapai keikhlasan dan ketenangan jiwa.

Coba hayati ungkapan Imam Al-Haddad ini,
"Sungguh, jika para penikmat Maksiat mau sekali saja bangun di sepertiga malam terakhir, bersunyi diri, kemudian merenungi keadaan dirinya, kemudian berfikir tentang kelahiran dan kematiannya kelak, lalu dia bersujud di malam itu, SEKALI SAJA, maka ia akan berkata, "Demi Allah, ternyata sujud kepada Allah lebih nikmat" dari apa yang selama ini ia rasakan."

Mudah-mudahan kita semua, TAK TERKECUALI, dikumpulkan oleh ALLAH di dalam Surga-Nya kelak, di bawah naungan kedamaian abadi, bersama para Syuhada Palestina (Filishthin), para Ahli Badar, para wali, orang-orang sholeh, para Nabi, dan tentunya bersama Idola sepanjang masa, Baginda Muhammad saw.

Jakarta, Maret 2009

No comments:

Powered by Blogger.