SHOLAT emang GAK PENTING...

08:14
Pria tampan berbaju koko dan berpeci putih itu dengan tenang menaiki tangga pesawat. Setelah duduk di kursi pesawat dekat jendela, ia masih tampak berpikir serius, mungkin tentang rencana-rencana yang akan ia lakukan sesampainya di kota tujuan, Jakarta.

Tiba tiba, pria lain yang duduk di sebelahnya menyapanya, “Maaf ya Pak Ustadz, saya boleh bertanya?”
Sambil tersenyum, pria berjenggot itu, yang tak lain adalah Habib Husin Nabil Assegaf asal Solo, mengangguk. Kemudian mereka pun berkenalan.

“Pak Ustadz, background saya itu Madrasah Aliyah, tapi hampir tujuh tahun belakangan ini saya tidak shalat.”

Sejenak Habib Husin terkejut. Betapa tidak, ia mengatakan hal itu dengan wajah innocent, seolah merasa tanpa dosa, malah terkesan bangga.

“Oh ya? Mengapa demikian?” Tanya Habib Husin.

“Karena menurut saya shalat itu tidak bermanfaat.”

Kali itu Habib Husin tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya.

“Shalat tidak bermanfaat? Apa maksudnya?”

“Ya, daripada saya buang-buang waktu untuk mengerjakan shalat, lebih baik waktunya saya gunakan untuk mencari uang. Itu lebih bermanfaat buat saya dan juga buat keluarga saya.”

“Astaghfirullah…” Habib Husin mengucapkan istighfar berkali-kali dalam hatinya.
Atas pertolongan Allah swt., Habib Husin mampu memberikan jawaban atas pernyataan pria bertitel insinyur itu.

“Kalau dipikir-pikir, pendapat Anda itu benar. Shalat memang tidak bermanfaat,” kata Habib Husin.

Kini, giliran si insinyur yang kaget. “Lho., kenapa Ustadz mengatakan demikian?”

“Betul. Shalat memang tidak bermanfaat. Tapi, semua itu berpulang pada tujuan manusia itu masing-masing. Apa tujuan orang itu hidup di dunia? Jika tujuan Anda, misalnya, hanya untuk mencari ilmu atau harta, tentu saja shalat itu hanya menghabiskan banyak waktu. Tapi, kalau yang Anda tuju adalah Allah, boleh jadi baca buku dan cari uang itulah yang justru menghabiskan waktu.”

Tak disangka, si insinyur itu meneteskan air mata.

“Ya Allah, ternyata selama ini saya tak tahu bahwa saya telah salah arah. Alhamdulillah… terima kasih Ustadz…” kata sang insinyur.

Ternyata, kalimat sederhana yang diucapkannya itu mampu menggugah kesadaran orang yang hatinya telah berkarat karena nafsu dunia sehingga bertahun-tahun meninggalkan kewajibannya sebagai makhluk.

Majalah alKisah no. 09/2009
Habib Husin Nabil Assegaf (kanan, memegang buku)

No comments:

Powered by Blogger.