Mau'idzah KH Hasyim Muzadi dalam Haul Krapyak 2011

07:29
Berikut ini adalah sedikit simpul yang saya ikat dari mau'idzah yang disampaikan oleh KH Hasyim Muzadi, mantan ketua umum PBNU dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, yang pernah berujar ingin menyatukan kaum nasionalis dengan agama, dalam rangka Haul Al-Marhum Syaikhuna KHR Muhammad Munawwir Al-Muqri bin Abdullah Rosyad, Krapyak, Yogyakarta pada Sabtu malam, 4 Mei 2011. Dari sedikit ulasan ini, setidaknya kita bisa menelaah bagaimana pandangan beliau tentang keilmuan dan kenegaraan. Mari kita simak.

~

"Jadikanlah ilmu yang amaliah dan amal yang ilmiah. Artinya, mari mendasari setiap langkah kita dengan ilmu dan mari mempraktekkan teori yang sudah kita ketahui. Setelah itu, kita istiqomahkan, kontinyu, maka akan muncul Hikmah, kebijaksanaan. Man 'amila maa 'alima, 'allamahuLlaahu maa lam ya'lam. Siapa yang mengamalkan ilmunya, maka Allah mengajarkannya hal yang belum dia ketahui. Namun jangan lupa, tiap ilmu yang ada harus dilandasi dengan Khosy-yatuLlah, rasa 'takut' kepada Allah."

"Peran Walisongo di bumi Nusantara ini adalah menegarakan Islam, bukan mengislamkan negara, yang beliau-beliau lakukan adalah mengislamkan masyarakat tanpa menghancurkan peninggalan-peninggalan kepercayaan terdahulu. Kenapa? Karena, batu dianggap sebagai tuhan ataupun dianggap hanya sekedar batu adalah persoalan keyakinan di dalam hati."

"Adapun yang dimaksud kaaffah (keseluruhan) di dalam pelaksanaan syariat Islam merupakan tuntutan bagi individu, bukan institusi. Ayatnya jelas; man lam yahkum (menggunakan kata 'man'; orang yang tidak berhukum) bukan alladziina lam yahkumuu (orang-orang yang tidak berhukum...)."

"Menurut KH Ahmad Siddiq Jember, Indonesia sebagai bentuk final merupakan pandangan Syar'i, bukan Siyasi atau kepentingan politis, sebagaimana teladan dalam Miitsaaqul Madiinah (Piagam Madinah). Namun harus diingat, pluralisme yang diajarkan Rasulullah adalah sosiologis bukan teologis."

"Dalam 47 pasal Piagam Madinah tidaklah mengatur "Bentuk Negara Islam", tetapi norma Islam yang harus ditampung dalam bentuk negara apapun. Sedangkan syari'at Islam secara lafdzi yakni kaaffah dilaksanakan melalui pribadi maupun organisasi kemasyarakatan kaum muslimin."

"Al-Quran adalah ilmu, namun lebih dari itu, Dia adalah sumber ilmu. Seorang Haafidzul Quran (Penghapal/Penjaga Al-Quran) bukanlah puncak atau akhir pengais ilmu. Justru Haafidzul Quran merupakan awal dari proses mengais ilmu. Alangkah baiknya jika para huffadz diarahkan menjadi ulama, baik itu ilmu syari'ah maupun ilmu alam dan sosial humaniora dalam bidang apapun."

KH Hasyim Muzadi (Lahir di Tuban, 8 Agustus 1944)

~

Semoga bermanfaat.
Krapyak, 7 Oktober 2012

4 comments:

  1. blog yang bagus dan penuh damai

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdu lillaah, terimakasih rekan, semoga senantiasa damai dan menebar kedamaian :)

      Delete

Powered by Blogger.