Hikmah Penciptaan 'Air' Menurut Imam Ghazali

07:37
Beberapa hari ini para santri Krapyak, khususnya santri komplek huffadh, khususnya hamba yang hina dina ini, disindir habis-habisan oleh hujan. Bayangkan, sejak kemarin Senin, hujan tak henti-hentinya 'menderas' tanpa putus. Sementara kami, baru sejam 'nderes' saja sudah mampus.

Di tengah gempuran air langit yang begitu lebat, lengkap dengan berbagai berita badai dan banjir dimana-mana, hamba teringat salah satu bab dalam karya Imam Al-Ghazali (w. 505 H), yakni tentang hikmah penciptaan air. Tepatnya dalam kitab Al-Hikmah fi Makhluqatillah bab 6 halaman 36-37, tahqiq Dr. Rasyid Qabbani, terbitan Darul Ihya Beirut.

Di dalam kitab ini, Imam Al-Ghazali membahas hikmah penciptaan berbagai jenis makhluk, khususnya yang disebutkan di dalam Quran. Mulai dari langit, matahari, bumi, bintang, bulan, air, angkasa, api, laut, manusia, laba-laba, lebah, dan lain-lainnya. Beliau membahasnya dengan singkat dan padat, pertama mencantumkan ayat tentang suatu makhluk, kemudian menjelaskan fungsi dan peran makhluk tersebut di alam material.

Namun, setelah bolak-balik membaca kitab tipis ini, hamba baru 'ngeh' bahwa semua yang disebut oleh Sang Grand Master Para Sufi ini adalah perumpamaan. Sebagaimana banyak disinggung oleh para mufassir, berbagai jenis makhluk yang disebutkan di dalam Quran bisa jadi merupakan perumpamaan bagi hal lainnya. Terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan urusan batiniah.

Nah, dalam bab tentang hikmah penciptaan air ini, hamba kira akan lebih mengena jika kita memaknai 'air' sebagai perumpamaan atas 'keimanan' atau 'keyakinan'. Berikut ini terjemahnya, dan silakan umpamakan setiap detil fungsi air yang disebutkan oleh Imam Al-Ghazali sesuai jangkauan pemahaman Anda dalam kaitannya dengan keyakinan dan keimanan;

~

Allah Ta'ala berfirman, "Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al-Anbiya: 30).

Juga berfirman, "Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran)." (An-Naml: 60)

Renungkanlah tentang apa yang sudah Allah anugerahkan bagimu berupa air tawar. Anugerah yang dengannya kehidupan berlangsung, bagi segala yang ada di muka bumi, baik hewan maupun tumbuhan. Jikalau manusia dipaksa atau dicegah untuk minum air, niscaya ia akan berbuat apa saja agar bisa mendapatkannya, meski dengan menghabiskan seluruh harta kekayaannya.

Dan hal yang mengherankan adalah; betapa mudahnya para hamba lalai terhadap kenikmatan yang agung ini.

Renungkanlah betapa butuhnya manusia terhadap kenikmatan air, dan bagaimana Allah meluaskannya bagi kita untuk menikmatinya. Kalau tidak demikian, tentu akan sempit segala urusan dan akan susah seluruh penghuni dunia.

Renungkanlah bagaimana air mengalir di permukaan bumi, bagaimana ia berubah-ubah bentuk, dan bagaimana ia menyusup di pembuluh-pembuluh pepohonan. Renungkan pula bagaimana air menguap naik dalam bentuk yang sangat lembut dengan perantara panasnya sinar matahari, padahal sifat alaminya adalah mengalir turun.

Kebutuhan terhadap air sangatlah jelas. Sebagaimana ia dibutuhkan untuk melunakkan makanan di dalam rongga mulut binatang dan manusia, sehingga makanan itu bisa masuk ke dalam sistem cerna. Air juga menyajikan kenikmatan saat diminum oleh peminumnya, berupa kelegaan dan kesegaran.

Ia juga dibutuhkan untuk membersihkan kotoran dari badan, menghilangkan najis dari pakaian, dan berbagai perabot lainnya. Air dibutuhkan pula untuk melembutkan tanah menjadi bahan bangunan. Serta untuk membasahi segala yang tidak bisa digunakan dalam keadaan kering, seperti untuk mencampuri berbagai jenis bahan minuman agar bisa diteguk.

Air dibutuhkan juga untuk memadamkan api, bahkan air tidak terbakar jika diletakkan di dalam lalapan api. Ia menyegarkan kerongkongan sesiapa yang sedang menghadapi kematian. Ia bisa membilas kelelahan saat disiramkan ke sekujur badan.

Renungkanlah segala jenis kenikmatan air yang umum ini, juga renungkan betapa mudah kelalaian terhadapnya. Allah Ta'ala telah menurunkan air dan memudahkannya bagi manusia untuk mengelola isi bumi ini, berupa binatang, tumbuhan, maupun pertambangan. Hingga rupa-rupa manfaat yang tak terhitung banyaknya. Mahasuci Dia Yang Mahaagung nan Maha Menganugerahkan Kenikmatan.

___
Krapyak, Selasa 28 November 2017

1 comment:

  1. saya sangat berterima kasih banyak MBAH AJI MARUF atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH AJI MARUF itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH AJI MARUF silahkan hubungi MBAH di pesugihanuanggaibmujarab insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok MBAH AJI MARUF di KLIK DISINI

    ReplyDelete

Powered by Blogger.