Alasan Puasa Tarwiyah

09:22
Pada malam Jum'at, 8 Dzul Hijjah, pukul 03.00 saya nge-sms-i temen-temen buat saur, "Konco koncoo.. sauur sauuur..". Nah, dari sekian banyak balasan dari temen-temen, ada yang nanya dalil Puasa Tanggal Delapan, Kang Sucipto Budiono, sambil memberikan pandangan Syaikh Nashiruddin al-Albani di buku beliau tentang panduan puasa, bahwa puasa tanggal 8 tidak ada dalilnya.

Berikut notes saya buat Kang Cipto, soale yen dibales lewat sms, wah bisa bosok derijine enyong, hehehe...
Ini ada beberapa poin menurut hasil kurangkerjaanku wingi ng perpustakaan;

(1)
Tanggal 8 Dzul Hijjah disebut "Tarwiyah". Disebut demikian karena pada hari itu orang-orang mengenyangkan diri dengan minum air untuk (persiapan ibadah) selanjutnya. (nek ora salah keterangan iki ning kitab Labbayk Allahumma Labbayk karya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki Mekah, halaman piro aku lali)

(2)
Memang ada hadits yang menyatakan bahwa; “Puasa pada hari tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun”. Diriwayatkan oleh Imam Dailami di Musnad Firdaus, juz 2 hal. 248.

Tapi dikatakan bahwa derajat hadits ini maudhu' alias palsu, karena ada rowi yang dianggap tidak tsiqoh. Jadi, hadits ini gak bisa dijadikan dalil berpuasa Tarwiyah. Entah kalau ada yang berpendapat bahwa hadits ini dho'if, aku belum menemukan keterangannya (soalnya kalo dho'if kan masih bisa diamalkan sebagai fadho-il).

(3)
Menurut Syaikh Abu Bakar bin Muhammad Syatho ad-Dimyathi al-Bakri di kitabnya I'anatut Thalibin Syarh Fathil Mu'in, juz 2 hal 415, alasan berpuasa di hari Tarwiyah adalah;

a. Sebagai Ihtiyath atau upaya berhati-hati, barangkali tanggal 8 itu ternyata adalah sudah tanggal 9.

b. Karena tanggal 8 termasuk dalam 10 hari awal bulan Dzul Hijjah ('Aysru Dzil Hijjah), adapun dalil kemuliaan 'Asyru Dzil Hijjah adalah hadits berikut;

MAA MIN AYYAMIN AHABBU ILALLOOHI AN YATA'ABBADA LAHU FIHA MIN 'ASYRI DZIL HIJJATI, YA'DILU SHIYAMU KULLi YAUMIN MINHA BI SHIYAMI SANATIN, WA QIYAMU KULL LAYLATIN MINHA BI QIYAMI LAYLATIL QODRI

(artinya kira-kira begini; mohon koreksi bila salah)

"Tiada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk digunakan beribadah kepada-Nya di hari-hari itu selain 10 hari Bulan Dzul Hijjah. Puasa sehari di hari-hari itu membandingi puasa setahun. Sholat Malam di malam-malamnya membandingi puasa setahun."

(ngapunten, di kitab ini hanya disebutkan matannya, gak disebutkan sanadnya, siapa rowinya, hanya saja Syaikh al-Bakri menyatakan bahwa hadits ini adalah al-Khobaru as-Shahih, alias berita (hadits) yang shahih.. monggo kita cek lagi di kutubul hadits)

Jadi, hadits ini menjadi dalil keutamaan beribadah di 10 hari Dzul Hijjah. Termasuk salah satunya adalah ibadah Puasa.

Sebenarnya adalagi hadits lain riwayat Imam Abu Dawud tentang keutamaan ibadah di 'Asyru Dzil Hijjah;

"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun."

Intinya, hadits ini juga menerangkan keutamaan ibadah (amal sholeh) di 10 hari Bulan Haji meski tidak menyebutkan "Puasa" secara spesifik. Tapi, bukankah PUASA adalah IBADAH, ya tho?

Sedangkan untuk tanggal 10 itu sendiri diharamkan puasa karena ada dalil shahih yang lain. Sedangkan Hari 'Arafah memang disunnahkan puasa, jadi keistimewaan puasa di hari Arafah dobel.

(4)
Jadi, kesimpulanku;
a. Monggo kalo mau puasa tanggal 1-9 Dzul Hijjah. Puasa tanpa alasan khusus alias "sunnah muthlaq" aja boleh diamalkan kok (asal gak termasuk hari-hari yang diharamkan puasa dan gak masuk kategori makruh), apalagi puasa di hari yang diistimewakan oleh Allah.

b. Jika menelaah alasan dari Syaikh al-Bakri di atas, maka nggak ada alasan untuk melarang orang yang puasa di hari ke-8 bulan Dzul Hijjah dalam rangka taqorrub ila-Allah.

Demikian Kang, silakan kalo ada tanggapan, tambahan, kritikan, wah pasti saya senang sekali.
Kang Cipto (paling kanan) dan saya (dua dari kanan)


Wallahu A'lam wa Ahkam*Maraji':
- I'anatut Thalibin
- Musnad Firdaus
- Labbayk Allahumma Labbayk

::Krapyak, 5 November 2011::

No comments:

Powered by Blogger.