Asma-ul Husna

09:06
"Kang, apa sih maksud WAJAH Allah? kenapa Allah seringkali menggunakan kata Wajah-Nya?" tanyaku suatu sore..

"Yang jelas, ente musti yakin, bahwa Allah Ta'ala TIDAK SAMA dengan makhluq.. bahkan TIDAK SAMA dengan apa yang kamu bayangkan." sahut Gus Ali, serius.

"Ya iya lah Kang... seperti kata Kyai; Gusti Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui, Tanpa Alat! dan Gusti Allah TUNGGAL dalam Dzat, Shifat dan Perbuatan-Nya.. Tunggal Tak Berbilang, serta Tunggal Tak Terbagi.. Kalo Gusti Allah punya 'wajah' kayak makhluq, berarti punya anggota lain... berarti butuh 'alat'... ah mustahil itu!" celetukku nyaut.

"Nah, bener... itu yang pertama! Ente musti yakin betul! Nah yang kedua, ente musti tau, kepada MAKHLUQ APA Al-Quran diturunkan??" sambat Gus Ali.

"Ya jelas kepada manusia tho Gus?" jawabku heran.

"Nah itu dia! Makanya seringkali Gusti Allah memberikan tamtsil, perumpamaan, biar otak manusia mampu mencerna, misalnya perumpamaan surga yang penuh kebun rindang dengan sungai dan kesuburan lain, itu kan perlambang kedamaian..
ya walaupun di beberapa bagian ayat-ayat tertentu, otak kita tetep gak nyampe!" sahut Gus Ali.

"Nah trus yang 'WAJAH' itu gimana Gus?" sambarku.

"Gini lho... Bagi kita, manusia, WAJAH adalah suatu bagian tubuh yang paling 'menonjol' serta paling jelas merepresentasikan identitasnya...

Misal, ada orang keliatan badannya, tapi wajahnya ditutup rapet.. maka susah bagi kita untuk mengenalinya.. Tapi bila orang itu ditutup seluruh badannya, dan hanya wajahnya yang keliatan, maka gampang bagi kita untuk mengenalinya...

Jadi, WAJAH itu ya representasi identitas seseorang... Nah jika yang disebut adalah Wajhullah alias WAJAH ALLAH, ya maksudnya adalah Representasi Identitas Allah...

Berarti, orang yang menyeru kepada WAJAH ALLAH, berarti dia harus sudah mengenal Siapa Allah... sedangkan Allah Ta'ala sendiri sudah mengumumkan bagi kita 'secuil' Identitas-Nya..." jawab Gus Ali panjang lebar.

"Mengumumkan buat kita??? Maksudnya apa itu Gus?" tanyaku lagi.

"Lha itu lho... yang Kyai kita suruh baca tiap sore... ASMAUL HUSNA.. itu kan Identitas Allah! Jangan cuma dibaca thooo... tapi juga resapi..." jelas Gus Ali sambil nenteng es cendol buat buka puasa.

al-Asma-ul Husna (99 Nama Allah Yang Mahaindah)

No comments:

Powered by Blogger.