Oleh-oleh dari Parangtritis

21:18
Pasir Pantai
Kemarin Sabtu, jalan-jalan di Pantai Depok, makan-makan, lalu 'gelut-gelutan' di Parangtritis, bareng temen-temen santri.

Ada dua sajak yang nongol ketika jalan-jalan di sana. Yang satu berbahasa Arab (ngawur, karena saya memang bukan ahli Bahasa Arab...) dan satu lagi tentang dialog saya dengan beberapa penghuni pantai. Sayangnya, saya belum berhasil sowan kepada Nyi Roro Kidul. Semoga suatu saat. :)



Sajak Pertama:
"Annad Dawa-a"

ANNAD DAWAA-A LIL QOLBIS SAQIIMI # LAYSAL KANISATU WALAL MIHROOBU..
sesungguhnya, penawar bagi hati yang sakit..
bukanlah gereja maupun mihrab masjid..

LI ANNA AKHWAALAR RUUKHIL MAKTUUMI # LAM YUZAKKIIL AKHJAARUL MUROKKABU..
karena kondisi jiwa yang halus tersembunyi..
tak bisa bersih sekedar oleh batu-batu tersusun rapi..

BALIL QONAA'U LI AMRIL KARIIMI # YUSAKKINU AYNAMAA KAANUL QULUUBU..
tetapi legowo terhadap keputusan Sang Mahamulia..
menenteramkan hati di manapun ia berada...

(mohon maklum jika ada kesalahan gramatika... hehehe)


Tebing Gunung
Sajak Kedua:
"Penghuni Parangtritis"

kukunjungi pantai selatan..
disambut penghuninya beramai-ramai..

ada ombak, pasir, awan..
juga hujan dan anjing pantai..

kakiku dijilat ombak..
kutanya,

"Ombak! kenapa kau begitu geram?
menggulung.. menghantam..


hingga kau hempas..
jejak telapakku tanpa bekas?

jawabnya,
"Aku belumlah seberapa..


kau tahu? Ombak Ampunan Tuhan..
siap gulung siap hapuskan..


jejak dosa dan laku keji..
kalian yang mau menghampiri.."

aku termangu..
tanpa daya..

melintas anjing-anjing..
menggonggong teramat nyaring!

hampir mendekati..
kuhardik,

"Anjing! Hush! Jauh-jauh dariku!
Enyah bersama najismu!"

ia terpaku..
dalam, menatapku..

"Memangnya apa yang kau anggap suci dari dirimu?"
sahutnya sambil lalu..

aku termangu..
tanpa daya..

akhirnya, mendung membayang..
tebar serdadu-serdadu hujan..

memutus keasyikan!
kuumpat,

"Awan! Sialan!
Sialan kau! Sialan!"

disahutnya dengan gelegar,
"Anak muda.. kau tak sadar?


tiap tetes yang merintik..
tiap awan yang berarak..
___ tiap darah yang mengalir..
___ tiap nadi yang berdenyut..
tiap napas yang terhirup..
tiap mata yang berkedip..
___ tiap langkah yang terjejak..
___ tiap kata yang terucap..
tiap api yang membakar..
tiap planet yang berputar..
__ tiap daun yang gugur..
__ tiap ombak yang mendebur..
tiap masa lalu yang terlewatkan..
tiap masa depan yang ditawarkan..


adalah Tanda Cinta-Nya..
bagi semesta, alam raya.."

aku termangu..
tanpa daya..

aku menyerah..
terbaring lelah..

dihempas ombak merayu..
disiram hujan menggodaku..

ah..
tiap kali..
___ aku bersandar di tebing gunung..
___ atau rebah di pasir pantai..
hal yang kurasakan..
hanyalah, ketidakberdayaan..

:: Parangtritis, 19-11-2011 ::

No comments:

Powered by Blogger.