Saat itu... Tiada Lagi Tabir Menghalangi

08:55
Biar aku hidup dalam nafasku sendiri
Merasa sepi di antara ribuan caci dan puji
Menepis bayang lain yang menari-nari
Tertahan langkah tuk mulai berlari

Mereka berpesta di rimbunnya dunia
Tak merasa mati, membaur gembira
Otakku pun mendidih meronta
Tenggelam nikmati lelehan airmata

Aku bertanya…
Bukankah hak hamba temui Tuannya?
Berhakkah tercipta jumpai Penciptanya?
Lalu mengapa perjumpaan itu harus tertunda, terhalang tabir kehidupan dunia?

Tak heran bila Musa haturkan pintanya
Menatap Kekasih yang tumbuhkan rindu kronis di hatinya
Namun tertolak! Bukan… tapi tertunda!
Sampai suatu hari nanti di taman surga

Saat kutatap keindahan-Mu tanpa kabut menghalang
Ku menangis bahagia dalam eratnya ‘pelukan’
Maka terkuaklah jawaban segala Tanya
Saat pertemuan antara hamba dan Penciptanya

SAAT PERJUMPAAN…
ANTARA HAMBA…
DENGAN PENCIPTANYA…

(siang yang 'sunyi' di kelas XII IA 5, SMANSAWI, awal 2007)

No comments:

Powered by Blogger.