Macet... Aaasu!

01:29
Lampu merah sudah berganti hijau, langsung kutancap gas di pantat belasan kendaraan lain. Khawatir makin basah diguyur hujan, dan sepatu makin anyeb direndam genangan tak tersalurkan.

Tak biasanya di sini macet begini. Perempatan Brimob, biarpun bukan jalan besar, selalu lancar dilalui sepadat apapun lalu lintas kendaraan.

Tapi sore ini beda. Ada kemampetan di depan sana. Sehingga membuat kami, pengguna jalan, merayap mengular, panjang. Tampak jelas di wajah para pengendara sepeda motor kekesalan, yang mungkin akan mereka buncahkan dengan pisuhan-pisuhan nylekit buat biang kerok kemacetan di depan.

Begitu pun aku. Basah kuyup, nggreges, campur keringat lelah, plus puyeng sehabis ujian pula.

Sial betul si biang kerok. Tolol.

Dengan sedikit aksi puntir stang, main gas dan rem, aku sluman slumun di ketiak mobil-mobil mulus belasan biji itu. Paling banyak penumpangnya cuma tiga ekor. Fuck. Benar-benar bikin aku tambah kepingin misuh. Ah, biar si biang kerok jadi pelampiasanku.

Hingga sampailah aku di garis depan, melewati kendaraan-kendaraan yang menyiput. Dan nampaklah di depan itu.....

Seorang bapak, sebaya bapakku mungkin, mengenakan kaos oblong dan celana tanggung, basah kuyup kehujanan. Wajahnya yang keriput meringis payah saat ngeden menarik gerobak besar penuh sampah bermacam rupa dan aroma. Si bapak melangkah berat di tengah jalan karena menghindari genangan besar di tepian.

Aku tak tahan untuk tak misuh.. Misuhi diriku sendiri!

AAASSU!

Sudut mataku mengembun.

Pahlawan (foto: Kompasiana)

Sampah (foto: Blogdetik)



---
:: Jogja Sore, 18012012 ::

No comments:

Powered by Blogger.