Kau Minta Apa?

05:14
Di sebuah gardu ronda berarsitektur bambu, di salah satu titik eksotis bantaran Kali Code, pemuda itu rebah, menghela napas menatap langit. Kemeja putih dan pantalon hitamnya yang tadi rapi, kini tampak lusuh, penuh gores kekecewaan, persis seperti raut muka dan suasana hatinya.

Map biru tergeletak lunglai di sampingnya, tanpa daya. Mungkin isinya hanyalah beberapa lembar kertas, rangkaian huruf dan angka. Namun baginya, itulah bukti buah pikirnya bertahun-tahun di kampus bergengsi 'negara' Yogyakarta. Entah ke kantor mana lagi ia kan mengemis.

Awan berarak ke utara, mengingatkannya pada langgar tua tempatnya mengabdi, menjadi marbot. Malam tadi, di akhir Ramadhan, ia bersimpuh di mihrabnya, doanya pilu, pintanya syahdu, harapannya yang dalam membuatnya tersungkur hingga tertidur..

Tak tahu darimana gelegar suara itu muncul.. dalam lelapnya pun yang ia ingat hanya satu; pinta.

APA YANG KAU MINTA DARIKU?

"Ah.. ah.. siapa kau?? Siapa itu??"

KATAKAN SAJA.. APA YANG KAU MINTA DARIKU?

"Ah, Kau pasti..."
"Gusti... permudah jalanku... setidaknya, pertemukan aku dengan salah satu kawanku yang sudah sukses.."

UNTUK APA KAU MINTA HAL ITU?

"Agar aku bisa mendapat pekerjaan yang layak, Gusti..."

OH, KAU INGIN BEKERJA? UNTUK APA KAU BEKERJA?

"Oh Gusti.. tentu saja agar aku bisa mancari nafkah, mendapatkan uang biaya hidupku.."

OH BAGUS.. BAGUS.. LALU KENAPA KAU TIDAK LANGSUNG MEMINTA UANG SAJA KEPADAKU? AKAN KUKABULKAN...

"Oh! Ya, benar Gusti... Kau Maha Pemurah, karuniakan kepadaku kekayaan dan kemuliaan.."

HAHAHA... UNTUK APA KAU MINTA KEKAYAAN?

"Yaa agar hidupku makmur, punya uang untuk makan dan berpakaian, punya uang untuk membangun rumah, punya uang untuk melamar dan menikah, dan tentunya punya uang untuk bersedekah.. Gusti, kabulkanlah..."

OH BAGUS.. BAGUS.. LALU KENAPA KAU TIDAK LANGSUNG SAJA MINTA KEPADAKU, MEMINTA MAKANAN, MEMINTA PAKAIAN, MEMINTA RUMAH, DAN MEMINTA ISTRI SEMOLEK BIDADARI? AKAN KUKABULKAN...

"Wah... Sungguh Engkau Maha Mengerti Gusti... Jika demikian, maka aku minta kepadamu semua itu, makanan yang cukup, pakaian yang bagus, rumah yang nyaman, dan istri cantik nan sholehah.. Gusti, kabulkanlah..

"HAHAHA... LALU, UNTUK APA ITU SEMUA KAU MINTA??

"Tentu sebagai saranaku menjadi hamba-Mu Gusti... agar tugasku tuk beribadah selalu lancar.. jasadku kuat bersujud, dan hatiku tenteram selalu.."

OH BAGUS.. BAGUS.. LALU KENAPA KAU TIDAK LANGSUNG SAJA MEMINTA KEPADAKU, KETENTERAMAN HATI DAN KEKUATAN BERIBADAH SEPANJANG HIDUPMU??? KENAPA KAU TAK LANGSUNG MINTA SAJA KETIDAKTAKUTAN DAN KETIDAKKHAWATIRAN TERHADAP KEHIDUPAN?? AKAN KUKABULKAN...

"..............................................."

Teringat pintanya yang terakhir malam tadi, ia pun bangkit dari dipan bambu itu. Tak ada lagi raut kecewa di wajahnya, justru binar bahagia memancar dari sorot matanya. Ia teringat doa terakhirnya semalam, doa terdalam, doa yang diungkapkannya dalam diam...

Entah, apa pintanya yang terakhir itu...

[Yaa Fataa, Maa Aqsho Du'aaika???]

Krapyak, 31 Agustus 2011

No comments:

Powered by Blogger.