'Ledekan' Allah buat Ibrohim

21:18
Setiap kali Kholilulloh Ibrahim as. menyaksikan kemunkaran, beliau akan sangat murka. Jika tak mampu dengan tangan atau lisannya untuk Nahi Munkar terhadap suatu kaum yang durhaka, maka beliau pasti mendoakan kehancuran bagi mereka.

Ketika Nabi Ibrohim mengaku sebagai makhluk yang paling penyayang, Allah Ta'ala memi'rojkan beliau, sebagaimana dalam ayat;

WA KADZALIKA NARO IBROHIMA MALAKUTAS SAMAWATI WAL ARDHI

dan memperlihatkan padanya perbuatan penduduk bumi, di suatu kaum tertentu. Maka tatkala beliau melihat kedurhakaan, "Gusti, hancurkan mereka.." pintanya.

[aku heran, entah kedurhakaan macam apa yang beliau saksikan, mungkin saja perzinaan legal, penyogokan struktural, istana korupsi, pemiskinan rakyat, pembodohan kaum miskin, untuk kemudian dibunuh secara perlahan.. Entahlah]

Kemudian Allah jawab, "Aku lebih penyayang kepada hamba-Ku Wahai Ibrohim.. Biarkanlah, biar mereka bertobat dan kembali.."

Begitulah, setiap Kholilulloh menyaksikan seseorang durhaka, beliau doakan; "Gusti, binasakan dia.. dia durhaka, padahal dia makan dari rizqi-Mu, berjalan di atas bumi-Mu.."

# dan benar-benar binasalah ia..

Maka suatu malam, Allah wahyukan kepada Kholil-Nya itu untuk menyembelih putra semata wayangnya.

Setelah terjadi dialog dramatis antara ayah-anak, dan saat Ibrohim as. hendak mengayunkan parangnya.. beliau berujar secara emosional;

"Ya Allah, inilah putraku, buah hatiku, orang yang paling kucinta.."

maka terdengarlah Kalimat;

"Tidakkah kau ingat satu malam, saat kau minta kebinasaan hamba-Ku? Tidakkah kau tahu, bahwa Aku Maha Penyayang terhadap hamba-Ku sebagaimana kau menyayangi anakmu.. Maka jika kau minta Aku binasakan seorang hamba-Ku, Aku minta kau sembelih satu anakmu.. Satu untuk satu.."

# maka tergantilah Isma'il dengan domba

---
:: Sirojut Tholibin; Syaikh Ihsan Jampes; 2/298 ::
--
Tuwel, Mulud 1433

No comments:

Powered by Blogger.