WARNA MURTI PAKSA NABI, Prasasti Tawassul Masjid Gedhe Kauman

11:25
Prasasti Warna Murti Paksa Nabi di Serambi Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Ini adalah prasasti kuningan yang selalu menarik perhatianku setiap kali mampir di Masjid Gedhe Kauman, salah satu tempat dimana Kiai Ahmad Dahlan (1285 - 1341 H) berdakwah dengan Muhammadiyah-nya.



Pembuatnya tentulah bukan Kiai Ahmad Dahlan, pada saat pembuatan prasasti ini beliau baru lahir (1285). Tentu yang membuatnya adalah para abdi dalem Kraton di masa Sri Sultan HB VI. Semasa Kiai Ahmad Dahlan berdakwah, prasasti bermuatan tawassul ini tidak dicopot, baik oleh beliau sendiri ataupun murid-muridnya.

"Warna Murti Paksa Nabi" adalah sengkalan (simbolisasi) yang menunjukkan tahun 1284 H (1867) yang menandai runtuhnya serambi Masjid Agung Yogyakarta. Kata warna (keadaan) melambangkan angka delapan, paksa (bagian atau golongan) melambangkan angka delapan, dan nabi melambangkan angka satu. 


Jadi sengkalan ini melambangkan tahun 1284 H, dan dapat diartikan “Keadaan badan golongan nabi”. Makna asosiatif sengkalan tersebut menunjukkan keadaan umat pengikut nabi, yaitu orang-orang yang selalu berbuat sesuai dengan aturan dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi.


Prasasti berbahasa Arab ini terpampang di atas pintu samping, serambi, dekat tempat wudlu pria. Di bagian awalnya, sekilas menjelaskan tentang gempa besar yang pernah terjadi di Jogja tahun 1284 H yang menghancurkan bangunan utama serambi masjid, kemudian selesai renovasi setahun setelahnya, 1285 H. Di bagian akhirnya merupakan doa tawassul. Berikut ini teksnya kuketik ulang:
لما انهدمت هذه المحكمة الكبيرة من الزلزلة الشديدة كان ذلك قبل فجر يوم الإثنين فى سابع شهر الصفر سنة 1284 ألف ومئتين وأربع وثمانين ثم عمرت وبنيت بعون الله نحوه يوم الخميس في العشرين من شهر جمادى الآخر سنة 1285 ألف ومئتين وخمس وثمانين من هجرة سيد الأولين والآخرين صلى الله عليه وسلم وأله وصحبه أجمعين أدام الله تعميرها طول الأعوام وحفظها من الآفات والإنهدام بجاه سيد الأنام عليه أفضل الصلاة وأزكى السلام وأله وصحبه الكرام

"Telah roboh serambi gedhe ini oleh gempa besar, yang terjadi sebelum fajar, hari Senin, tujuh Shafar tahun seribu dua ratus delapan puluh empat, kemudian telah diresmikan dan dibangun dengan pertolongan Allah pada hari Kamis, dua puluh Jumadil Akhir tahun seribu dua ratus delapan puluh lima terhitung dari hijrah sang pemimpin orang-orang terdahulu dan kemudian (Sayyidil Awwaliina wal Aakhiriin), semoga selawat dan salam Allah curahkan atas beliau dan kaum kerabat dan sahabatnya. Semoga Allah melanggengkan ta'mirnya sepanjang tahun dan menjaganya dari berbagai bencana dan kehancuran, dengan kedudukan pemimpin segenap manusia (bi Jaahi Sayyidil Anaam), bagi beliau seutama-utama selawat dan salam, serta bagi kaum kerabat dan sahabatnya yang mulia."

---
Jogja, Sekaten 1434

No comments:

Powered by Blogger.