Horor GERD Si "Maag Kronis"

07:55
Bukannya mau pamer penyakit, sekedar berbagi pengalaman saja. Mungkin di antara sedulur-sedulur pembaca ada yang mengalami gejala seperti ini. Hampir mirip maag namun lebih rumit, GERD namanya. Singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease.
Skema GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
Secara sederhana, penjelasan fisiologisnya adalah adanya gangguan pada LES (lower esophageal sphincter) alias katup bawah kerongkongan (esofagus), lalu asam lambung naik lagi ke esofagus. Dampaknya, ada rasa dada panas terbakar dan gangguan detak jantung. Belum lagi insomnia yang mendera, berhari-hari tak bisa tidur, migrain, vertigo, kecemasan berlebihan (anxiety), serangan panik, paranoid jadi terpikir sakit jantung, kanker, mau mati.
 

Pada beberapa pasien GERD, anxiety yang dialami bisa sampai membuatnya tak berani ketemu orang, tak berani keluar rumah, bahkan ketemu tetangga terdekat pun takut, tidak berani berada di kerumunan orang banyak, tak berani bepergian jauh sendirian. Gejala-gejala ini sudah pernah saya alami, terakhir kali semalam, badan berkeringat dingin dan sesak napas. Jauh lebih baik daripada beberapa bulan lalu yang berkali-kali kram perut dan kejang seluruh badan.

Soal penyebab, seperti biasa, para dokter tidak bisa menjelaskan. Yang disalahkan hanyalah rokok, alkohol, makanan pedas, dan porsi makan. Padahal banyak orang yang tidak mengonsumsi rokok dan alkohol masih bisa kena GERD. Banyak juga orang yang makan sambalnya gila-gilaan, tapi justru tidak kena GERD.

Mengapa?

Misterinya ternyata ada pada tepung terigu dan semua makanan yang dibuat dengan bahan tepung terigu: Bila diingat kembali, pasien GERD pasti senang dengan makanan-makanan yang berbahan tepung terigu. Terutama mie instan, donat, pasta dan roti dengan frekuensi konsumsi yang berlebihan, tiap hari misalnya. Dan untuk makan siang atau malam, kebanyakan makannya hanya nasi dan lauk hewani, tanpa buah maupun sayuran.

Padahal, 'bensin' yang tepat bagi mesin-mesin di tubuh kita adalah 70% buah dan sayur, 20% karbohidrat, serta 10% protein hewani. Kalau makan kita lebih banyak hanya karbohidrat dan protein, sama saja kita sudah memberi bensin yang salah kepada tubuh kita. Mestinya diisi pertamax plus, malah diisi minyak tanah, jadi rusaklah mesin-mesin di dalam perut.

Tepung terigu itu adalah karbohidrat olahan yang sulit sekali dicerna oleh usus kita. Kelenjar pankreas kita cuma mampu bekerja memasok enzim insulin pencerna karbo selama 4 jam. Kalau makan nasi, cukup 2 jam selesai dicerna, sehingga tidak memberatkan pankreas. Kalau makanan yang dibuat dari tepung terigu, di lambung tidak selesai dicerna karena kelamaan, keburu busuk. Dan ketika akhirnya turun ke usus halus, butuh tiga hari baru usus halus bisa menyerap karbonya ke dalam darah. Tumpukan tepung di usus halus ini akan memblokir jalan masuk berbagai makanan lain yang kita makan sesudahnya, lengket di usus. Proses inilah yang membuat terjadinya luka di usus dan menimbulkan masalah pencernaan.

Para penderita GERD umumnya pasti sudah melakukan endoskopi, pemeriksaan isi lambung dengan kamera mini. Mereka akan menemukan adanya luka di lambung, atau di usus 12 jari, atau di usus halus, atau di usus besar, atau bile refluks (naiknya kembali cairan empedu) karena ada peradangan pada empedu, ada batu di empedu, dan semacamnya. Kalau sudah begini, makanan yang diolah di lambung tidak bisa segera turun, itu sebabnya terjadi penumpukan asam lambung, makanan jadi kembali naik ke esofagus, menciptakan radang dan luka pula.

Penyebab awal GERD bisa saja masalah psikis berupa stress dan berbagai kegalauan hidup. Namun belum tentu, karena ternyata mood yang mudah bergejolak, mudah tersinggung, selalu bete, gampang sedih dan bahkan depresi, semuanya berawal dari pola makan yang buruk, sehingga otak defisit gizi. Dan asupan gizi ke otak yang kurang membuat otak tidak mampu memproduksi hormon serotonin yang membantu mengelola perasaan nyaman, senang dan bahagia.

Jadi, kunci kesembuhan dari GERD, selain penataan emosional dan pemapanan siritual, terletak pada penyehatan dan perbaikan sistem pencernaan. Di antara upayanya adalah:

1. Sabar. Proses perbaikan usus bukanlah suatu proses yang selesai dalam waktu semalam. Prosesnya bisa berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Saya sendiri sedang menjalani proses pemulihan dengan Food Combining, sudah empat bulan berjalan dan masih kambuh bila sembrono.

2. Ikuti Jadwal makan Food Combining dengan disiplin, sebab jadwal makan ini sudah disusun sedemikan rupa agar mencukupi kebutuhan 70%, 20% dan 10% tersebut. Banyak para mantan penderita GERD yang -alhamdulillah- sudah sembuh total setelah disiplin menata pola makannya.

3. Hentikan sama sekali konsumsi makanan dari tepung terigu. Ini paling krusial. Putuskan hubungan dengan tepung terigu, roti, mie instan, dan semacamnya. Mungkin awalnya memang akan terasa berat, namun sembuh dari GERD akan jauh lebih membahagiakan daripada berteman dengan makanan-makanan itu.

4. Hentikan sama sekali mengonsumsi gula dan semua makanan dan minuman manis bergula termasuk teh maupun kopi. Serta hentikan pula konsumsi susu sapi, termasuk keju, yoghurt serta semua makanan dan minuman yang dibuat dengan bahan susu. Tentang alasannya, saya kira terlalu panjang kalau dicantumkan di sini. Singkatnya, glukosa dalam gula olahan bisa merusak asupan nutrisi yang masuk. Sedangkan laktosa susu menjadi penghambat bagi sistem pencernaan.

Penjelasan ini saya muat ulang dari tulisan Bu Anung Nur Rachmi di grup facebook Sehat Dengan Food Combining. Semoga bermanfaat :)


Jogja, 2 November 2014

12 comments:

  1. Penyakitnya sama dengan saya rekk.

    ReplyDelete
  2. Asam lambung saya sering naik jg, kadang" terasa heartburn, tapi yang paling sering adalah sensasi kurang enak di tenggorakan (apa kerongkongan ya?!), kalo dipake nafas berasa kurang lancar. Saya sedang belajar FC 2 minggu ini, badan sudah terasa lebih enteng, linu-linu di pundak dan leher berkurang, lemes berkurang, back pain jg berkurang. Yang masih berasa adalah yang di tenggorokan yang saya sebutkan di atas. Itu keluhan saya apa termasuk GERD juga apa bukan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba sama dengan saya smlm saya periksa kedokter dan ternyata di diagnosis terkena Gerd tenggorokan saya begitu panas tp alhamdulillah pagi ini sudah baikan cm masih terasa agak panas dikit bila bernafas..

      Delete
  3. GERD merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat menyiksa jadi tidak heran banyak orang yang ingin cepat dengan sembuh dari penyakit tersebut

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Nice sharing... Saya sedang mengalaminya sdh 3 bulan... Susut 14 kg

    ReplyDelete
  6. Saya juga sdg mengalami gerd. Sudah berjalan 15 hr. Kondisi terkadang stabil tp bila ada yg tdk enak dipikiran atau mood sy sdg terganggu akibat misal ada hal yg krg berkenan membuat sy jd sedih atau kesel lsg naik asam lambungnya.sy konsumsi enzyplex setiap pagi sy minum dua malam dua tablet.begitu konsumsi sbnrmya enakan. Mslh sy skrg.. Sy sdg bljr mengalihkan pikiran yg negatif misal saat sdg merasakan perut sy ngisap sprti lapar biasanya lsg sy panik yg akhirnya runtuhlah semua pertahanan sy yg sy jaga td akhirnya beneran lemah.asam lambungpun beneran naik.. Kalo sudah naik biasanya kdg mata sy sedikit kabur. Ditambah mmg selama ini sy ada silindris dimata jd bisa dibygkan gmn paniknya sy saat aslam sdg naik. Cukup menyiksa sprti hidup dlm kotak yg sempit yg tdk bisa keluar dari kotak tsb. Skrg sy sdg belajar utk sabar dan ikhlas dgn sakit ini. Dan tetap menyemangati diri sdri utk sembuh. Kalau ada yg bisa kasih tau bgmn cara penyembuhannya saya byk terima kasih..

    ReplyDelete
  7. Saya sudah menderita GERD kurang lebih 2,5tahun mungkin..awal kejadiannya krna pola makan saya yg tidak teratur dan pengolahan stres yang kurg baik dan sempat saya merasa sembuh dari penyakit ini tapi ternyata sekarang kambuh lagi..jadi siapa yang salah? Ya saya sendiri tentunya yg tidak bisa menjaga kesehatan dengan baik. Saya juga gampang parnoan sekarang dengar apa2 sedikit tentang penyakit pasti saya sudah kepikiran dan buat GERD nya kambuh..kalo cuma heartbun atau sensasi panas se mgkin kuat menahannya tapi kalo sudah bercampur dengan mual rasanya sungguh tak bisa diungkapkan dengan kata2,,krna saya tipe yg tdak tahan dengan mual.klo sudah mual pasti bawaannya lemes dan g mau beranjak dari kasur.krna saat sudah merasa enakan dengan satu posisi dan tiba2 saya ubah gerak ke posisi lain pasti mualnya lgsung kembali lagi.saya sangat takut dan khawatir akan hal itu dan membuat mualnya makin menjadi.mungkin sang pembaca disini ada yg ngalamin juga seperti saya sekarang?

    ReplyDelete
  8. ada yg bisa ngasih tau ga si obat nya pnyakit gerd ini ..krna nyiksa sekli dan mngganggu dikerjaan

    ReplyDelete

Powered by Blogger.