'Mbok Menowo'

05:37
Adalah suatu pengandaian. Yakni tentang kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi pada kita di masa depan. Entah setahun ke depan atau bahkan sehari kemudian, sebagai konsekuensi logis atas takdir dan kemahacermatan Tuhan yang sama sekali tak terjangkau prediksi akal.

MBOK MENOWO ...
... masa penantian terasa begitu lama bagimu, maka seperti yang berkali-kali kutegaskan: tak usah memaksakan diri untuk bertahan.

MBOK MENOWO ...
... datang orang lain yang jauh lebih baik dalam segala sisi, menjemputmu untuk hidup bersamanya, dan ada kecocokan antara kau dan dia, sementara aku masih entah bagaimana, maka iyakan saja.

MBOK MENOWO ...
... atas keputusan untuk melepasku itu kau merasa tak enak hati dan takut menyakiti, maka ketahuilah bahwa aku tak apa-apa, karena sudah terlampau biasa dengan cabikan dan luka-luka.

MBOK MENOWO ...
... muncul tuntutan maupun sodoran, maka jatuhkan pilihanmu pada siapapun yang paling siap, mintakan restu orang tua agar semakin mantap, lalu biarlah kita menjadi sahabat erat.

Tapi..

MBOK MENOWO ...
... ternyata kekokohan hatimu memang tak tergoyahkan, penuh dengan cita-cita dan mulianya harapan, betul-betul berasas cinta yang teruji gilasan masa, menjaga diri sambil terus berkarya bersama pendaman-pendaman rindu. Maka persilakan aku untuk bersiap diri, menyepi di relung sunyi, agar segera tuntas segala tugas, lalu pada saatnya mempertemukan keluarga, menautkan hati dan diri dengan janji suci.

Sholla Allahu 'ala Muhammad 1000x

~
Jogja, Sabtu Akhir Sya’ban 1436

No comments:

Powered by Blogger.